PENGURUS CABANG NAHDLATUL ULAMA KOTA BEKASI

Selasa, 17 Maret 2009

PBNU Kumpulkan PWNU se-Indonesia

Selasa, 17 Maret 2009 18:09
Sumber : NU Online

Menghadapi situasi terkini, baik yang menyangkut masalah internal NU maupun masalah nasional yang saat ini sedang hangat, PBNU mengundang seluruh ketua PWNU untuk melakukan rapat koordinasi dalam menyatukan visi dan pandangan terhadap berbagai persoalan.

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menjelaskan, terdapat tiga masalah yang di bahas pada pertemuan yang akan berlangsung sampai malam ini, yaitu menyangkut muktamar NU, sikap NU dalam pemilu legislatif dan sikap NU dalam pemilihan presiden.

Hasyim menjelaskan, PBNU telah memutuskan untuk menyelenggarakan muktamar ke-32 NU yang akan diselenggarakan pada 26-31 Januari di Asrama Haji Makassar Sulawesi Selatan. “Muktamar NU akan diselenggarakan secara sederhana, tetapi karena NU besar, maka tetap membutuhkan persiapan dan biasa yang besar,” katanya.

Pengurus NU di daerah diharapkan sejak dari awal sudah mempersiapkan diri dalam menghadapi muktamar ini agar pertemuan terbesar NU ini mampu memberi hasil yang berkualitas.

Sikap NU terhadap pemilu legislatif juga dibahas, namun belum ada kata sepakat diantara peserta tentang panduan yang akan diberikan kepada warga NU. Posisi khittah NU menyebabkan NU mengambil jarak yang sama dari semua partai. Meskipun demikian, NU tetap dirasa perlu memberikan panduan kriteria partai atau caleg yang akan dipilih mengingat ada partai dengan ideologi tertentu yang nantinya punya potensi mengancam keberadaan NU.

”Dengan khittah, kita dulu terkungkung dalam PPP. Tetapi dalam situasi sekarang adalah antara kebebasan dan tanggung jawab agar tidak bertabrakan dengan khittah dan merugikan kita sendiri. Kebebasan ini kita gunakan atau digunakan orang,” terangnya.

Persoalan yang terjadi di lapangan saat ini adalah digunakannya lambang NU atau tokoh NU oleh para caleg yang berlatarbelakang NU. Ini menimbulkan protes dari partai lain yang berlatar belakang NU. PBNU sendiri secara tegas tidak mengizinkan penggunaan lambang NU untuk kepentingan kelompok tertentu.

Sementara itu, untuk pemilu presiden, Hasyim menegaskan dirinya tidak akan mencalonkan diri kembali, baik sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden. Pengalaman keterlibatannya menjadi cawapres Megawati tahun 2004 lalu telah menimbulkan banyak friksi di internal NU.

Ketua PBNU H Ahmad Bagdja menjelaskan pertemuan ini dalam rangka mencari masukan-masukan terhadap persoalan yang dialami NU di berbagai daerah. ”Dalam forum kali ini, kita lebih banyak mendengar,” tuturnya. (mkf)