PENGURUS CABANG NAHDLATUL ULAMA KOTA BEKASI

Minggu, 22 Februari 2009

Rapat Kerja (Raker) PCNU Kota Bekasi masa khidmat 2008 -2013

Minggu, 22 Februari 2009

Setelah dilantik pada tanggal 1 Februari 2009 yang lalu maka kegiatan berikutnya PCNU Kota Bekasi adalah menyelenggarakan rapat kerja (raker) pada hari Sabtu dan Minggu
21 s/d 22 Feb 2009. Raker di selenggarakan di Wisma Arga Mulya Cisarua Puncak Bogor. Peserta raker sebanyak 89 orang yang terdiri dari pengurus PC = 46 orang , MWC = 26 orang, Banom = 8 orang dan Pesantren = 7 orang .

Raker dibuka secara resmi oleh Bpk H. Rachmat Effendi S.Sos, wakil walikota Bekasi yang juga duduk sebagai mustasyar di PCNU Kota Bekasi. Hadir dalam kesempatan tersebut KH. Agus Salim wakil Tanfidz PWNU Jawa Barat, KH Mursyid Kamil, ketua MUI Kota Bekasi yang juga sebagai mustasyar PCNU.

Dalam sambutannya wakil walikota Bekasi mengharapkan agar kedepan NU mengingkatkan perannya dalam pembangunan kota Bekasi. Diharapkan NU dapat membuat program-program yang selaras dengan program pemerintah kota . Dengan demikian keberadaan NU dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ketua Tanfidziyah PCNU KH Zamaksyari Abdul Majid, MA dalam sambutannya menekankan pentingnya peran NU guna membentuk masyarakat yang agamis. Diperlukan kerja sama yang baik antara ulama dan umaroh sehingga pembangunan di kota Bekasi dapat berjalan dengan baik. Diharapkan Visi Kota Bekasi CERDAS SEHAT, DAN IHSAN dapat dicapai dengan baik.

Sebagai pembekalan untuk peserta raker maka disampaikan paparan antara lain oleh :

1. H. Drs Nandi Naqsyabandi, SH , MM dengan judul “Peran Pendidikan dan dakwah dalam peningkatan kwalitas umat.”
Dalam kesempatan kersebut dijelaskan bahwa salah satu kelemahan pendidikan di Indonesia adalah pendidikan yang hanya sebatas otak. Pendidikan yang hanya mengajarkan menghafal, menghitung dan mengetahui. Sementara sangat kurang pendidikan yang sampai dengan “tangan” yaitu ketrampilan. Hampir semua teknologi yang sehari-hari dipakai , kita hanya sebagia “pemakai”. Kita belum sebagai “Pembuat”, Misalnya : komputer, HP, mobil, TV dll. Bahkan minuman dan makananpun kita hanya sebagai konsumen.

2. KH. Agus Salim dari PWNU Jawa Barat dengan judul :”Peran NU dalam membangun kehidupan bangsa di era globalisasi”.

Pada kesempatan tersebut disampaikan bahwa NU harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Untuk itu organisasi harus dikelola secara profesional, rapi dan terdokumentasi. Guna memberikan pendidikan ke generasi muda dan menimbulkan kecintaan generasi muda kepada NU maka diharapkan dalam keluarga diusahakan untuk membeli buku-buku tentang sejarah dan perjuangan NU sehingga bisa dibaca oleh anak-anak.
Ditekankan oleh beliau bahwa NU bukanlah partai politik. NU adalah organisasi kemasyarakatan yang terminalnya adalah keumatan, bukan pada kekuasaan.

3. H. Mochamad Surjani Ichsan, Drs, MBA dari PWNU Jabar.
Disampaikan oleh beliau bahwa NU perlu melakukan transformasi peran dalam masyarakat. NU harus dapat membuat program-program yang dapat diimplementasiakan dengan mudah di masyarakat. Untuk itu diperlukan kader-kader Nu yang sehat, kuat, cerdas, terampil dan berakhlak mulia.

4. H. Rachmat Effendi S.Sos, wakil walikota Bekasi dengan judul paparan : “Kebijakan strategi Otonomi Daerah dalam pemberdayaan organisasi masyarakat”.
Disampaikan oleh beliau tentang pentingnya program-program yang sinergi antara pemerintah daerah dengan ormas sehingga program-program tersebut dapat dilaksanakan dengan baik di masyarakat. Diperlukan komunikasi yang intensif sehingga dapat saling mengisi dan mengawasi. Diharapkan ormas dapat membuat-program-program yang kreatif yang sejalan dengan praogram pemerintah kota Bekasi.